Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Sebagai bahan makanan, telur tentu mempunyai beberapa kelebihan. Telur mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh, rasanya enak, mudah dicerna, menimbulkan rasa segar dan kuat pada tubuh serta dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan.

Dalam telur itik khususnya, protein lebih banyak terdapat pada bagian kuning telur, 17 persen, sedangkan bagian putihnya 11 persen. Protein telur terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat.

Pada suatu penelitian dengan menggunakan tikus percobaan, diketahui bahwa telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100 persen, bandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak.

Hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai 35 persen, sedangkan di bagian putihnya tidak ada sama sekali. Lemak pada telur terdiri dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida (umumnya berupa lesitin), dan kolesterol.

Fungsi trigliserida dan fosfolipida bagi tubuh adalah sebagai sumber energi, satu gram lemak menghasilkan 9 kilokalori energi. Lemak dalam telur berbentuk emulsi (bergabung dengan air), sehingga menjadi lebih mudah dicerna, baik oleh bayi, anak-anak, maupun golongan lanjut usia. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah 4 Tips Agar Anak Tidak Dehidrasi Saat Berpuasa
  2. Merokok Diduga Sebabkan Menopaus Dini
  3. Tak Ada Bukti Tomat Cegah Kanker
  4. Jangan Berbagi 5 Benda Berikut Ini Dengan Pasangan Anda
  5. WHO : Radiasi Ponsel Bisa Sebabkan Kanker Otak
  6. Cara Lain Mendapatkan Anak Bagi Pasangan yang Tidak Subur
  7. Suasana Hati Bisa Membuat Gemuk
  8. Binatang Hasil Kloning Aman Dikonsumsi
  9. Penyebab Depresi
  10. Mengenal Penyakit Skizofrenia – Salah Satu Gangguan Psikosis Fungsional