Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Sebenarnya makanan bagi ibu yang sedang menyusui tidak jauh berbeda dengan makanan anda sehari-hari. Yang terpenting adalah anda harus memenuhi diet gizi seimbang. Masa menyusui banyak menguras stamina anda karena harus memberikan ASI pada malam hari. Karena itu anda harus makan yang cukup agar stamina tetap terjaga. Komisi ahli FAO/WHO merekomendasikan asupan makanan selama menyusui berkisar antara 1800 kalori – 2700 kalori.

Beberapa nutrisi yang perlu anda perhatikan selama menyusui. Kalsium merupakan mineral yang penting untuk tulang anda dan berbagai organ penting tubuh. Sebaiknya anda mengkonsumsi 1.600 mg atau 2-4 gelas susu setiap hari. Sumber kalsium terbaik yaitu produk olahan susu termasuk yoghurt, susu, keju, brokoli, jeruk, almond, ikan sarden, tofu dan sayuran berdaun gelap.

Penelitian menunjukkan bawah selama kehamilan dan menyusui kalsium tersedot dari tulang anda. Tubuh anda akan menggantikannya kembali dalam waktu yang lama dan tulang anda akan menjadi kuat kembali. Jika anda alergi atau tidak bisa mengkonsumsi produk olahan susu sebaiknya konsumsilah sumber kalsium lainnya seperti tofu atau suplemen kalsium dalam diet anda.

Anda juga harus mengkonsumsi suplemen Vitamin D, magnesium dan seng (zinc) karena akan membantu penyerapan kalsium. Mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup akan membantu mencukupi kebutuhan vitamin anda. Vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang bayi anda dan dapat diperoleh pada makanan seperti ikan, susu, telur dan mentega.

Pemanis buatan seperti aspartam umumnya dianggap aman buat ibu menyusui kecuali penderita phenylketonuria (PKU). Namun sebaiknya hindari makanan dengan pemanis buatan seperti aspartam yang mengandung phenylalanie karena dapat menyebabkan retardasi mental pada bayi.

ASI dibuat dari 87 persen air sehingga tubuh anda memerlukan air tambahan dan jus selama menyusui. Yang anda butuhkan adalah 8 hingga 10 gelas setiap hari. Pada saat menyusui, anda harus minum ketika anda merasa haus. Itu cara terbaik untuk meyakinkan bahwa anda mendapatkan cukup cairan saat menyusui. Anda dapat pula menjadikan warna urin sebagai tanda dan bila berwarna kuning pucat berarti anda minum cukup cairan. Jika anda kurang minum maka urin anda akan berwarna kuning gelap.

Penelitian menunjukkan bahwa minum cairan melebihi yang dibutuhkan tidak akan meningkatkan suplai ASI. Tetapi jika frekuensi menyusui lebih sering dan pengosongan payudara selalu terjadi, produksi ASI anda akan meningkat. twp


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. 5 Suplemen Penting Harus Di Konsumsi Perempuan
  2. Langsing Dengan Sepeda, Ikuti Stepnya
  3. Khitan Mampu Cegah Penularan AIDS
  4. Khasiat Olive Oil
  5. Kiat Cegah Sariawan
  6. 9 Cara Atasi Bau Badan Secara Alami
  7. Cara Pencegahan Selulit & Stretch Mark
  8. Inilah 6 Penyebab Keputihan
  9. 10 Jenis Makanan Pencegah Penyakit
  10. Jenis-Jenis “Ketakutan” Manusia / Nama – Nama Phopbia