Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Para penderita HIV/AIDS, terutama kaum perempuan, sangat perlu mendapat dukungan hidup produktif supaya bisa mandiri dan melanjutkan kehidupan mereka. Sebab tidak sedikit dari mereka harus mencari nafkah untuk keluarganya.

“Dukungan sosial bagi mereka penting karena untuk melaksanakan hidup sehat, mendapat makanan dan lingkungan yang baik memerlukan biaya,” kata pendiri Yayasan Pelita Ilmu (YPI), Syamsuridjal Djauzi, seperti dilansir sumber BKKBN.

Karenanya, mantan kepala BKKBN, Sumarjati Arjoso, memberikan bantuan Rp25 juta untuk dipergunakan memulai usaha mandiri kepada para perempuan penderita HIV/AIDS.

Kebanyakan para perempuan penderita HIV/AIDS ini tertular oleh suaminya. Saat kondisi suami memburuk dan akhirnya meninggal, para isteri inilah yang kemudian menanggung beban biaya kehidupan sehari-hari anak-anak.

“Namun kenyataannya, banyak diantara perempuan yang teridentifikasi sebagai pengidap HIV/AIDS ini dikeluarkan dari pekerjaannya. Hal itu sungguh memperihatinkan,” kata Syamsuridjal.

Saat ini, kata Syamsuridjal, banyak perempuan yang menderita HIV/AIDS terpaksa bekerja di rumah seperti membuka salon kecantikan, menjahit atau katering. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Infus Vodka Selamatkan Pasien
  2. Inilah 9 Efek Samping Obat
  3. Kanker Mulut Penyebar Kanker Lain di Tubuh
  4. Fungsi Musik untuk Kesehatan
  5. Tips Ketahui Kelamin Bayi Tanpa USG
  6. Inilah 10 Perubahan Fisik, Setelah Anda Melahirkan Normal
  7. Cara Unik Deteksi Penyakit Kronis, Mau Coba?
  8. Kiat Mencegah Cacingan
  9. Cara / Tips Memilih Telur Ayam yang Sehat
  10. Rokok Bisa Membunuh, Kok Bisa?