Pulpen Promosi


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



PENCEGAHAN memang selalu lebih baik. Pemeriksaan kesehatan berkala mendeteksi penyakit lebih dini. Ibarat nasi sudah menjadi bubur.

Istilah tersebut menggambarkan kondisi Djatmiko saatmengetahuipenyakitkanker otak stadium lanjut yang dideritanya.Diceritakan kembali oleh istrinya,Riyanti, 39, sang suami divonis dokter saat memeriksakan diri karena mengeluh sakit kepala.

”Pada waktu itu tidak terbayang suami sakit kanker. Almarhum hanya memeriksakan diri ke RS saat keluhan sakit kepala yang dirasakan tidak kunjung sembuh,” ujar ibu satu anak itu. Benar-benar vonis mengagetkan dan di luar dugaan! Mengatasi keluhan tersebut, penanganan dilakukan segera.

Namun,semua upaya medis terlambat sudah. Keganasan kanker telah menyebar ke organ vital tubuh lain seperti paru-paru. Dalam hitungan bulan, sejak diketahui kanker otak, maut menjemput dosen sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah itu. ”Sejak operasi pertama, kondisi suami terus-menerus memburuk. Sebulan kemudian dilakukan operasi kembali,tapi tetap saja kanker sudah tidak bisa ditangani lagi. Suami hanya bertahan empat bulan sejak vonis kanker,” lanjutnya dengan suara bergetar.

Becermin dengan peristiwa di atas, pemeriksaan kesehatan menjadi suatu hal penting sebelum semua terlambat. Pengamat Kesehatan Dr Kartono Mohammad mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan digunakan untuk memotret keadaan kesehatan pada saat itu. Karena berfungsi menggambarkan keadaan kesehatan, pemeriksaan kesehatan secara umum rutin dilakukan untuk mengetahui keadaan gula darah,tekanan darah, dan kadar kolesterol.

”Selain memeriksa kesehatan secara umum, juga bisa diarahkan untuk mendeteksi suatu penyakit tertentu,” ungkapnya kepada SINDO. Pemeriksaan kesehatan difokuskan dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan yang digeluti, jenis kelamin, dan umur. Setiap pekerjaan memiliki risiko kesehatan tersendiri.

Sebagai contoh, seorang penyelam melakukan pemeriksaan kesehatan dengan memfokuskan organorgan tubuh yang berkaitan dengan pekerjaan seperti jantung, tekanan darah, dan paru-paru.

Senada dengan pendapat tersebut,pengasuh rubrik kesehatan pada sejumlah media, Dr Handrawan Nadesul, memaparkan pentingnya pemeriksaan kesehatan untuk menghindarkan risiko terberat sebuah penyakit.”Pemeriksaankesehatanakansangat penting dilakukan bila mempunyai faktor risiko tertentu,” kata pria yang akrab disapa Nadesul ini.

Perbesar Peluang Sembuh

SEMAKIN dini penyakit terdiagnosis, kemungkinan tubuh akan pulih seperti semula sangat besar. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, berarti telah melakukan tindakan preventif terhadap kemungkinan penyakit ”warisan”.

Dengan mengetahui sedini mungkin kondisi kesehatan, tentu saja upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. ”Ketika penyakit berbahaya dapat terdeteksi secara dini dan segera dilakukan tindakan yang tepat, kemungkinan harapan sembuh pasien lebih besar,” ucap Dr Handrawan Nadesul.

Dia menambahkan, pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan sesuai dari usia. Pemeriksaan kesehatan anak-anak tentu saja berbeda dengan pemeriksaan usia lanjut. Penggolongan ini untuk membedakan kebutuhan pasien dan tujuan yang ingin dicapai dari pemeriksaan yang dijalani. Terkait dengan umur, Nadesul mengatakan tidak ada batasan umur yang tepat untuk memulai pemeriksaan kesehatan secara rutin.

”Semakin muda usia, semakin dini pula mengetahui risiko penyakit tertentu,” tandas penulis buku Sehat Itu Murah. Kendati begitu, pemeriksaan kesehatan masih belum lazim dilakukan di masyarakat Indonesia. Kondisi seperti itu tentu saja memprihatinkan mengingat banyaknya manfaat yang akan diperoleh.

”Selain masalah biaya, keengganan masyarakat memeriksakan diri ke dokter karena takut mengetahui menderita penyakit tertentu. Semakin terlambat mengetahui, tentu saja status penyakit akan semakin parah. Apalagi untuk mendeteksi penyakit yang datang tanpa gejala,” papar Dr Kartono Muhammad seraya menegaskan apa pun jenis penyakit yang diderita jika diketahui secara dini akan lebih memudahkan penanganannya.

Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan setahun sekali. Apabila dalam pemeriksaan pertama diketahui mengidap penyakit yang membutuhkan perawatan lebih intensif. ”Misalnya setelah diketahui pengidap penyakit TB, pasien harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tiga bulan sekali,” tandas dia. (hendrati hapsari)

seputar indonesia

Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva

1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini!
2. Mendapat $5 Gratis.
3. Hanya dengan $1 sudah bisa bertrading.
4. Keamanan yang cukup bagus.
5. Memperoleh Software untuk bertrading secara real time.
6. Tersedia support berbahasa melayu.
7. Mendapatkan uang virtual, untuk latihan trading.

Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10

Download Ebook Gratis


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Informasi untuk orang tua seputar obat pilek dan batuk anak
  2. Berkumur Bisa Cegah Pilek
  3. Cegah Kanker Prostat Dengan 4 Cara Berikut
  4. Anda Perempuan Berpinggang Lebar, Siap-Siaplah Pikun di Hari Tua
  5. Mengenali Demam Typhoid
  6. Pap Smear Cegah Kanker Serviks
  7. Ternyata Sperma Bergerak Seperti Ini Lho
  8. Tulang Sehat dengan Vitamin D
  9. Kenali Sinus pada Anak
  10. Menikah Membuat Pria Panjang Umur