Pulpen - Pen Promosi Murah, Klik Disini!Pin Promosi Murah, Klik Disini!


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Salah satu masalah yang perlu diperhatikan sehubungan antara puasa dengan metabolisme glukosa darah adalah penderita diabetes mellitus. Sebenarnya, penderita DM boleh berpuasa sekitar 12 jam, asalkan tidak akan mengganggu kesehatannya dengan kadar glukosa darah yang tetap terkontrol.

Namun, pasien DM yang glukosa darahnya tidak terkontrol, sebaiknya harus berhati-hati. Sebab dengan berpuasa, cadangan glukosa dalam hatinya tidak mencukupi kebutuhan energi. Sehingga saat kadar glukosa darahnya turun, terjadi pemecahan sumber energi lain selain glikogen, yaitu asam lemak secara lebih awal untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Pemecahan asam lemak pada penderita DM mengakibatkan tubuhnya keracunan dari hasil pemecahan asam lemak yang berlebihan, berupa benda keton yang dikenal dengan ketosis. Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan derajat keasaman (PH) di dalam tubuh dan dapat menjadi masalah kesehatan yang serius. Selain itu, puasa bagi penderita DM yang gula darahnya tidak terkontrol cenderung mengalami dehidrasi karena terlalu banyak berkemih (poliuri).

Pengaturan kadar gula tidak hanya di siang hari, tapi juga pada malam harinya. Pada saat berbuka, sebaiknya anda makan secara strategis. Sebab setelah mengalami ‘istirahat’ selama kurang lebih 14 jam, anda harus berhati-hati memberi tugas kembali saluran pencernaan. Pilihlah minuman yang manis atau makan makanan yang mudah dicerna terlebih dahulu dan secukupnya. Memilih makan juga memberi keuntungan karena gula sederhana langsung dirubah menjadi glukosa dan digunakan sebagai sumber energi.

Hal yang perlu dicatat adalah mengkonsumsi makanan di malam hari dengan jumlah nutrisi yang sama lebih rentan mengalami kegemukan dibandingkan makan di siang hari. Karena pada saat malam, setelah zat makanan yang masuk langsung disimpan, tidak dijadikan sumber energi untuk aktivitas.

Sebaiknya jangan terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat pada saat sahur, karena asupan karbohidrat yang berlebih justru membuat hormon insulin tubuh menjadi lebih cepat aktif. Anda mengharapkan bahwa dengan mengkonsumsi banyak karbohidrat  maka simpanan glukosa juga akan banyak, sehingga tidak ada rasa lapar.

Rasa lapar muncul akibat berkurangnya kadar glukosa atau kosongnya saluran pencernaan. Jika kadar gula darah dijaga tetap stabil dan saluran pencernaan tetap bekerja, maka rasa lapar dapat dikendalikan. Agar terhindar dari rasa tersebut, pilihlah jenis makanan yang mengandung protein, serat dan lemak yang bisa dijadikan alat untuk bernegosiasi dengan rasa lapar. p2t


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Amankan Setiap Hari Minum Teh Kemasan?
  2. Tangani Aroma Vagina Tak Sedap
  3. Jangan Lakukan 5 Hal Berikut Saat Hidung Tersumbat!
  4. Cuci Tangan Mampu Cegah Diare Pada Balita
  5. 5 Makanan Terbaik Untuk Kulit Anda
  6. 7 Tips Agar Anak Kebal Penyakit
  7. Kurus Bisa Redam Risiko Kanker
  8. Inilah 5 Penyebab Kegemukan Selain Makanan
  9. 5 Tips Agar Vagina Tak Dihinggapi Jamur
  10. 4 Tips agar Terhindar dari Penyakit