Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Apa hubungan rokok dan puasa?. Bagi saya, tidak ada hubungan antara rokok dan puasa. Sahabat saya mengatakan justru karena puasa, ia dapat berhenti total dari merokok.

Sahabat saya seorang perokok berat. Beberapa tahun yang lalu ia mendapat tawaran dari seorang dokter ekspatriat : 1. Berhenti Merokok dan Sehat, atau 2. Terus Merokok dan Sakit. Atas tawaran yang tidak menarik tersebut, sahabat saya masih berusaha mbujuki dokter, apakah bisa terus merokok dan sehat?

Keluar dari ruang konsultasi, sahabat saya bertemu dengan seorang dokter Indonesia yang kebetulan seorang penganut Katholik yang taat. Ia kembali menceritakan hasil konsultasinya dengan dokter ekspat, sembari minta nasehat bagaimana caranya berhenti total dari merokok.

Sang dokter yang beragama Katholik justru menertawakan sahabat saya. Bagi sang dokter, sangat lucu orang Islam tidak dapat menghentikan merokok. Sangat tidak masuk akal bagi dokter, bagaimana pada saat berpuasa seseorang dapat berhenti total dari merokok (dan meninggalkan hal-hal lain yang dilarang), tetapi minta nasehat agar bisa berhenti dari merokok.

Inti nasehat dari dokter Katholik tersebut adalah seharusnya orang Islam mampu mengambil hikmah dari ibadah yang dilakukan. Ironisnya, hikmah dari ibadah puasa tidak pernah kita dapatkan. Hikmah tidak akan diperoleh selama kita tidak pernah merenungkan pertanyaan seorang anak kecil sebagaimana dideskripsikan dalam puisi Taufik Ghafar Ismail : “buat apa kita berlapar-lapar puasa”. Tanpa bertanya dan menemukan jawaban untuk apa kita berpuasa, hikmah sekedar menjadi impian.

Allah S.W.T dan Rasulullah Muhammad S.A.W menamai bulan Ramadhan sebagai bulan penuh kemuliaan, ampunan, rahmah. Tetapi manusia memperlakukan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh kemunafikan. Seorang yang biasa bergunjing, tiba-tiba berdzikir. Seorang yang biasa berpenampilan “all you can see”, tiba-tiba memakai jilbab. Orang yang biasa dugem ke tempat-tempat “bernapas dalam lumpur”, tiba-tiba rajin mengunjungi majelis taklim dan masjid.

Aneh memang, jika pada bulan Ramadhan manusia mampu “menghadirkan” Allah S.W.T dalam kehidupan sehari-hari, dengan sangat mudah mencampakkan Allah S.W.T. pada 11 bulan berikutnya. Padahal, makna dari takwa menurut Arvan Pradiansyah adalah “mampu menghadirkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari”


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah Tips Agar Daging Empuk dan Lezat
  2. Breast Intercourse
  3. Eat Your Meal Like Sex
  4. Contek Tip Sukses Obama, Yuk?
  5. Indah dengan Warna Cat Kuku Baru
  6. 5 Tips Mengurangi Racun Di Rumah Anda
  7. Detect Invisible Yahoo Messenger
  8. Mau Jadi Pria Jantan? Ikuti 11 Tips Berikut
  9. Inilah Tips Belanja Online Produk Perawatan Kecantikan
  10. Pria Dengan Perut Buncit? Kecilkan, Begini Caranya