Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

“Sehatkah Ginjal Anda?” Inilah pertanyaan utama Hari Ginjal Sedunia (HGS), yang baru diperingati sejak tahun lalu, pada hari Kamis minggu ke dua bulan Maret ini. Tahun ini, peringatan jatuh pada tanggal 8 Maret yang lalu, dan sudah dilaksanakan di lebih dari 50 negara termasuk Indonesia. Pertanyaan di atas dan HGS adalah bagian dari upaya dunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang pentingnya fungsi ginjal dan perlunya menjaga kesehatan ginjal.

Dukungan penuh Menteri Kesehatan Dr dr Siti Fadilah Supari, Sp JP(K) terhadap HGS diwujudkan lewat bantuan 1 unit ambulans kepada Yayasan Ginjal Nasional Indonesia. Penyerahan secara simbolis dilakukan hari Jum’at, 9 Maret 2007 yang lalu, bersamaan dengan Konferensi tentang Teknologi Transplantasi Ginjal di hotel Gran Melia, Jakarta Selatan. Tak tanggung-tanggung, dukungan juga didapatkan dari Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.

Bayangkan saja, setiap hari, dengan sirkulasi darah, ginjal kita yang berukuran sebesar dua kepalan tangan orang dewasa dapat menyaring rata-rata 200 liter atau sama dengan 20 ember darah per hari. Ginjal menyaring racun dan kelebihan air dalam darah, serta mengendalikan tekanan darah, memproduksi sel darah merah dan menentukan kesehatan tulang.

Tetapi, ternyata kebanyakan dari kita kurang pandai menjaga kesehatan ginjal kita, karena 1 di antara 10 orang dewasa, diperkirakan mengalami kerusakan ginjal. Tentu saja, tingkat kerusakannya berbeda-beda. Pada tingkat ringan, gangguan ginjal sering tidak dirasakan sehingga kemudian akhirnya kerusakan sampai pada keadaan yang disebut Penyakit Ginjal Kronis, disingkat PGK.

Kalau sudah sampai pada tingkat ini, maka seseorang biasanya mengalami tekanan darah tinggi, terkena diabetes, serangan jantung, dan stroke. Gangguan kemudian memburuk dan sampai pada tahap tidak berfungsi. Pada tahap ini, maka jalan yang dapat diambil hanyalah transplantasi atau dialisis (cuci darah), yang membutuhkan biaya sangat besar.

Padahal, gangguan atau penyakit ginjal dapat dideteksi dengan mudah pada tahap dini. Tes sederhana secara berkala seperti pemeriksaan air seni, darah, dan tekanan darah. Begitu gangguan terdeteksi, telah tersedia cara untuk menghambat bahkan menghentikan perkembangan PGK. Penyakit ginjal sudah dapat diobati.

Bagi masyarakat miskin, dialisis atau cuci darah dan transplantasi bahkan dapat dijalani tanpa harus membayar dengan adanya program Askeskin (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin). Transplantasi sudah dilakukan di Indonesia sejak tahun 1977 dan teknologinya sudah berkembang cukup baik. Kesulitan utamanya adalah menemukan orang yang mau memberikan ginjalnya untuk proses transplantasi. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Matahari Pagi Untuk Tulang Kuat
  2. Gangguan Autis Pada Anak
  3. Minimnya Akses Air Minum dan Sanitasi Dasar
  4. Cemerlangnya Senyum Anda
  5. Susah Tidur? Kenali 7 Tipe Gangguan Tidur
  6. 8 Tanaman Herbal untuk Pengobatan Diabetes
  7. Pentingnya Asam Lemak Omega 3
  8. Fashion Berikut Ganggu Kesehatan Anda
  9. Ada Banyak Posisi Melahirkan, Berikut 5 Posisi Melahirkan
  10. Cara Langsing Sehat, Kenali 8 ‘Alat Bantu’ Untuk Langsing