Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Semua orang sangat mungkin terkena penyakit jantung. Namun kemungkinan itu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut ini adalah faktor-faktor yang memungkinkan anda menjadi penderita penyakit jantung koroner.

Jenis Kelamin. Memang penyakit jantung bukan monopoli laki-laki. Namun demikian tidak dapat disangkal bahwa penderita penyakit jantung laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan sebelum fase menopause memiliki resiko serangan jantung lebih rendah daripada laki-laki. Ini terjadi karena adanya hormon estrogen yang dimiliki perempuan. Hormon ini mempunyai pengaruh bagaimana tubuh bekerja menghadapi lemak dan kolesterol, sehingga menghasilkan kadar HDL (High Density Lipoprotein) dan LDL (Low Density Lipoprotein) rendah.

Umur. Umur jelas sekali berpengaruh, karena semakin tua seseorang (dimana kekuatan pembuluh juga tidak seelastis saat masih muda) makin besar kemungkinan timbulnya ‘kerak’ di dinding pembuluh darah arteri koroner.

Perokok. Nikotin yang terkandung dalam rokok bukan hanya bersifat menyempitkan pembuluh darah, melainkan juga dapat mendorong percepatan pembekuan darah. Kedua faktor ini mendorong percepatan pembentukan aterosklerosis sebagai penyebab utama PJK. Selain itu asapnya yang mengandung CO memiliki kemampuan jauh lebih kuat daripada sel darah merah dalam menarik oksigen, sehingga menurunkan kapasitas darah merah yang membawa oksigen ke berbagai jaringan termasuk jantung.

Tekanan Darah Tinggi. Tekanan darah tinggi terus menerus bisa menyebabkan kerusakan sistem pembuluh darah arteri. Arteri tersebut mengalami proses pengerasan. Proses ini menyempitkan lumen (rongga/ruang) yang terdapat di dalam pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi terhalang. Hal ini dapat terjadi juga di pembuluh arteri koroner. Itu sebabnya penyakit ini juga merupakan salah satu faktor penyebab PJK.

Penderita Diabetes Mellitus. Diabetes bisa menyebabkan PJK. Kadar gula darah yang naik dalam waktu yang cukup lama bisa menjadi racun dalam tubuh sehingga bisa merusakkan pembuluh darah, menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida. Diabetes juga bisa menyebabkan kerusakan syaraf (neurolopathy). Kerusakan saraf ini mencegah pengiriman signal rasa dingin, panas, dan sebagainya, sehingga pasien tidak bisa merasakan gejala nyeri dada sebagai tanda penyakit jantung.

Kadar Kolesterol Tinggi. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi bisa menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang sering disebut sebagai aterosklerosis. Penyempitan dan pengerasan ini menyebabkan suplai darah ke jantung terhambat dan akan memunculkan gejala angina/nyeri.

Kurang Bergerak/Olahraga. Kurang berolahraga bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Stres. Stres akan membuat pembuluh darah menyempit, tekanan darah meningkat, dan kadar kolesterol meningkat. Orang yang mudah stres dua kali lipat lebih mudah terkena PJK.

Peminum Alkohol dan Kopi. Alkohol dan kopi bisa meningkatkan tekanan darah. Dan karena alkohol lebih kuat mengikat oksigen dalam darah maka bisa mengurangi suplai oksigen.

Kegemukan. Kegemukan bisa menyempitkan pembuluh darah akibat menumpuknya lemak dalam darah. (cy)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah 10 Gejala Umum Kanker
  2. Mengatasi Sembelit Pada Anak
  3. Cegah Penyakit Jantung Dengan Biji Tomat
  4. Manfaat Susu Sapi
  5. Harapan Baru bagi Pasien Kanker Prostat
  6. Buta Warna, Jangan Remehkan Kelainan pada Mata
  7. Lawan Sel Kanker Payudara Dengan Sari Buah Merah Papua
  8. Tangkal Virus Dengan 7 Cara Gampang!
  9. Detoksifikasi : Berendamlah Dengan Air Hangat
  10. Kesepian Membawa Penyakit