Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Kulit manusia memang memiliki pori-pori yang berfungsi untuk mengeluarkan air dari dalam tubuh saat terjadi proses pembakaran. Air inilah yang dikenal dengan istilah keringat. Produksi keringat akan semakin bertambah jika seseorang sedang stres atau melakukan aktivitas fisik yang berat seperti berolahraga. Kondisi seperti ini biasa disebut sebagai hyperhidrosis.

Yang menjadi masalah adalah saat keringat yang keluar dari tubuh seseorang baunya kurang sedap. Sehingga keadaan seperti ini bisa membuat krisis percaya diri pada seseorang. Bau keringat biasanya disebabkan oleh kontak antara beberapa bakteri di permukaan kulit dengan keringat. Bakteri inilah yang mampu menguraikan lemak dan protein yang terkandung di dalam keringat sehingga menghasilkan senyawa asam. Senyawa inilah yang kemudian menimbulkan bau yang tidak sedap pada tubuh anda.

Secara medis, dalam kulit manusia terdapat dua jenis kelenjar yang menghasilkan keringat yaitu eccrine dan apocrine. Keduanya sama-sama memproduksi cairan keringat yang sebenarnya tidak bau. Kelenjar eccrine tersebar pada seluruh permukaan tubuh, jumlahnya sekitar 1000 – 2000 kelenjar untuk setiap inci kulit manusia (baik itu lelaki maupun perempuan). Cairan keringat yang dihasilkan eccrine berfungsi menurunkan temperatur tubuh pada kondisi tertentu. Saat cuaca panas atau usai beraktivitas maka tubuh manusia akan berkeringat untuk menyesuaikan diri dengan suhu sekitarnya.

Sedangkan kelenjar apocrine hanya terdapat pada bagian tertentu saja seperti di daerah ketiak, lipatan paha, organ genital, daerah kaki atau puting susu pada perempuan. Cairan yang diproduksinya bersifat lebih kental dan berminyak karena mengandung protesian dan lemak. Cairan keringat inilah yang jadi salah satu penyebab bau. Pada kelenjar inilah bakteri bermain menguraikan keringat seperti coccus aerob, micrococcus, proprioni bacteri dan dyphteroid aerob. Jenis bakteri terakhir yaitu dyphteroid aerob adalah yang paling menimbulkan bau. Bakteri-bakteri ini akan menguraikan ikatan protein dan lemak dalam keringat dan menghasilkan senyawa tran 3-metil 2 asam hexanoid yang berbau.

Keringat kaum lelaki yang lebih bau dibandingkan perempuan. Hal ini dikarenakan lelaki memiliki tingkat hormon testosteron yang lebih tinggi daripada perempuan. Hormon testosteron mempengaruhi produksi kelenjar keringat apocrine yang disukai bakteri. Tubuh lelaki juga memproduksi suatu zat yang disebut noneal, yang turut menyumbang bau tidak sedap. Meskipun zat ini juga diproduksi oleh perempuan tetapi sifatnya lebih bersih sehingga baunya berkurang.

Selain itu, lelaki pun memiliki beban pekerjaan yang lebih berat dibanding perempuan sehingga otomatis produksi keringatnya lebih banyak. Faktor lainnya, kebanyakan lelaki memiliki gaya hidup yang tidak beraturan. Dalam arti kurang memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sehingga secara otomatis keadaan ini akan menjadi sasaran empuk bagi bersarangnya bakteri penyebab bau keringat.

Jadi bagi kaum lelaki, jika ingin keringat anda tidak bau maka mulailah untuk rajin membersihkan diri anda secara benar. Pasti anda tidak ingin jika perempuan menjauhi saat anda menghampiri mereka. twp


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah 6 Tips Memilih Perhiasan
  2. Menjaga Kehalusan dan Kelembutan Kulit Di Area Sensitif (Bibir, Wajah, Dll)
  3. Wewangian Cologne Kaum Adam
  4. Mewarnai Rambut yang Tepat
  5. Yoghurt untuk Merawat Wajah
  6. Mandi Untuk Kecantikan dan Kesehatan
  7. Kenali Manfaat Hair Spa
  8. Riasan Wajah Sesuai Karakter
  9. Sehat dengan Hair Aroma Therapy
  10. Tips Memilih Aromaterapi Menurut Jenis Kulit Anda