Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Para peneliti Amerika melaporkan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi minuman ringan bergula beresiko terbesar mengalami kegemukan.

Penelitian ini diterbitkan oleh The British Medical Journal The Lancet merupakan penelitian terbaru yang mengingatkan para remaja Amerika untuk segera mengurangi minuman bersoda dan junk food yang beresiko mengganggu kesehatan.

“Kita menemukan selalu ada minuman ringan disetiap hidangan tambahan, dan resiko kegemukan meningkat kira-kira 50%,” tegas peneliti David Ludwig dari Rumah sakit anak-anak di Boston pada Reuters.

Kegemukan akan mengakibatkan penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Pemerintah Amerika Serikat sangat memperhatikan anak-anak yang overweight dengan mengeluarkan grafik pertumbuhan yang membantu orang tua dan dokter mengidentifikasi anak-anak beresiko kegemukan.

Para peneliti Boston meneliti 548 anak-anak yang rata-rata berumur 11 di empat daerah Massachusset. Mereka mengawasi anak-anak yang mengkonsumsi minuman bergula seperti soda, tehmanis dan minuman buah-buahan, dan tercatat ada perubahan pada Body Mass Index (BMI) sebagai ukuran badan gemuk.

Hubungan antara kegemukan dengan minuman bersoda tetap ada, bahkan saat mereka melakukan aktivitas fisik, ungkap Ludwig. Dia menambahkan dibutuhkan banyak peneliti untuk mendukung penelitian ini.

“Kegemukan pada anak-anak merupakan akibat banyak faktor,” jelas Admison. “Tidak ditekankan hanya pada satu faktor, yaitu minuman ringan, melainkan masalah gizi.”

Tetapi ada bukti bahwa anak-anak yang memilih soda dibanding minuman sehat lain seperti susu, air dan juice alami. Ludwig dan koleganya menemukan 57 % anak-anak mengkonsumsi minuman ringan di hampir setiap hidangan. Dampak lain yaitu kekurangan kalsium, suatu penelitian yang diterbitkan Februari 2001 menemukan bahwa anak-anak perempuan yang meminum banyak soda akan kekurangan kalsium yang akan berdampak pada osteoporosis di masa yang akan tua.

“Amerika mungkin negara yang lebih banyak mengkonsumsi minuman bersoda dibanding negara-negara eropa, tetapi ruginya, ini merupakan trend dimana amerika merupakan yang pertama tetapi dunia mengikutinya dengan cepat,” jelas Ludwig. Dia menambahkan penelitian ini sangat menyarankan usaha-usaha kesehatan masyarakat untuk membatasi konsumsi minuman ringan yang dapat mencegah dan menghindari kegemukan.” (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Waspada Kanker Serviks, Cara Pencegahan dan Pengobatan
  2. Gejala Awal Kebotakan
  3. Deteksi Mudah Alzheimer dan Parkinson
  4. Liburan Bisa Membuat Panjang Umur
  5. Halau BM dengan Sirih
  6. Tes DNA Sendiri Hanya Dengan 30 Dollar AS
  7. Pentingnya Asam Lemak Omega 3
  8. Kurangi Risiko Kanker Dengan Cabai
  9. Tanda Awal Kanker
  10. Genetis, Faktor Penyebab Migrain