Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Tak ada pria manapun yang mau mengalami impotensi. Namun, berdasarkan data yang ada, 50 persen lelaki berusia 40 tahun mengalami impotensi alias disfungsi ereksi (DE). Penyebabnya bermacam-macam. Tapi, justru 80 persen penderita impotensi itu karena penyakit vaskular atau gangguan pembuluh darah. Termasuk hipertensi, kencing manis dan hiperkolesterol. Dari semua penyakit itu, diabetes menduduki peringkat paling tinggi dibanding yang lain. Penderita Diabetes yang juga mengalami DE ada sekitar 64 persen. Sedangkan penderita yang mengalami DE akibat penyakit hipertensi mencapai 52 persen.

Kedua penyakit tersebut banyak tercetus akibat pola hidup yang kurang benar. Misalnya merokok, juga makan makanan yang berkolesterol tinggi. Lelaki yang merokok 50 persen akan mengalami DE, Sedangkan lelaki yang sering mengonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi, hanya 40 persen yang mengalami DE. Oleh karena itu, sebelum diobati harus tahu latar belakang penyebab DE tersebut. Maksudnya, jangan sembarang minum obat atau percaya dengan pengobatan yang dapat menyembuhkan DE. Lebih baik periksa ke dokter dulu. Karena DE bisa jadi pertanda penyakit kerusakan vaskular. Pengobatan impotensi bermacam-macam. Ada yang cukup dengan obat pil, adapula yang sampai perlu suntikan.

Saat ini, mulai dilempar ke pasaran obat impoten yang aman bagi penderita diabetes dan hipertensi. Vardenafil yang terkandung dalam obat tersebut memang terbukti tidak membahayakan pasien yang juga menderita penyakit vaskular lain seperti kencing manis dan tekanan darah tinggi. Sehingga, tak perlu kuatir obat ini akan memperparah penyakit lain yang diderita pasien. Seperti kencing manis, jantung dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, dijelaskannya juga, bahwa obat disfungsi ereksi itu tidak pernah bisa membunuh pemakainya meskipun dosis yang diminum berlebihan. Bila dalam jangka waktu tertentu, pasien DE tak dapat disembuhkan dengan terapi ini, maka dapat melanjutkan ke lini pengobatan berikutnya. Yaitu, suntikan atau pemasangan protesa penis. Jadi, sebaiknya jangan langsung menggunakan suntikan, bisa berbahaya. Sebab, pasien gangguan kardiovaskular yang mengalami DE tidak boleh disuntik sembarangan. Jadi sebaiknya hati-hati saat mengobati DE. Meski tidak menyebabkan kematian, tapi jika menderita penyakit lainnya bisa membahayakan jiwa dan alat kelaminnya sendiri. Lebih baik anda konsultasikan ke dokter dulu. (cy)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kenali Gejala HIV, Inilah Tanda – Tanda Anda Terinfeksi HIV
  2. Tetap Segar Saat Berpuasa
  3. Cegah Gigi Berlubang
  4. 4 Penyebab Tekanan Darah Turun
  5. Krisis Obat, Nyawa ODHA di Bali Terancam
  6. Inilah 10 Mitos Penggunaan Obat yang Keliru
  7. Plus – Minus Operasi Payudara
  8. Teh Hitam Ampuh Basmi Kanker
  9. Minyak Zaitun Bisa Mencegah dan Mengobati Stroke
  10. Inilah 10 Tanda Awal Gangguan Jantung, Jangan Disepelakan!