Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Saya ingin bertanya, sebenarnya apa yang dilihat HRD dalam menyeleksi lamaran. Selama ini saya mengirim lamaran via e-mail dan pos, tetapi tetap saja tidak semua yang kirim diproses dengan cepat. Padahal, surat lamaran itu sudah memenuhi kriteria yang mereka inginkan.

Selama ini, saya sudah mengirim banyak lamaran. Mulai dari perusahaan yang sudah punya nama, hingga yang baru berdiri. Namun, sepertinya lamaran saya tidak digubris. Sekalinya ada panggilan, ternyata ada sedikit masalah. Mereka tak bisa menerima karena saya masih kuliah (padahal saya kuliah Sabtu-Minggu) yang menurut saya tidak akan berpengaruh pada pekerjaan nanti.

Apa yang mesti saya lakukan lagi? Apakah saya harus berbohong soal kuliah atau saya harus memperbaiki aplikasi dan CV saya? Mohon sarannya. -Astri, Jakarta.

Aspek yang biasanya dilihat (dicari) HRD dalam menyeleksi lamaran pada umumnya adalah:

  1. Kejelasan Data Diri Pelamar. Pastikan info pribadi yang Anda tulis relevan dengan persyaratan pekerjaan yang dilamar. Bila tidak, sebaiknya tidak menuliskan informasi pribadi tersebut di CV (sebagai taraf awal seleksi). Anda bisa mencantumkan antara lain; nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, agama, status perkawinan, jumlah anak (bila ada), kepemilikan kendaraan (bila ada dan relevan), tinggi dan berat badan (bila relevan), gelar akademis terakhir, lulusan sekolah tinggi/institusi pendidikan mana, nomor sertifikasi profesional (bila ada dan relevan);
  2. Kejelasan dan kelengkapan informasi kontak pelamar. Semakin lengkap semakin baik. Minimal cantumkan alamat lengkap, telepon, ponsel, dan e-mail.
  3. Keahlian dalam karier, bidang spesifik yang diminati, kekuatan yang dimiliki. Lebih fokuskan pada keahlian, kepandaian, serta prestasi nyata yang sudah Anda capai relevan dengan pekerjaan/jabatan yang dilamar saat ini. Bukan sekadar menulis tanggung jawab kerja selama ini.
  4. Prestasi akademis. Tuliskan gelar dan prestasi akademik yang Anda raih dan judul Tugas Akhir/Skripsi/Disertasi/Tesis. Informasi ini bisa mencerminkan potensi intelektualitas dan daya kognisi (penalaran), minat, serta kualitas ketekunan pelamar dalam menekuni suatu bidang tertentu.
  5. Indikator keberhasilan/kesuksesan/prestasi lain. Hal ini dapat menggambarkan ketangguhan dan ketekunan kerja Anda. Misal, pernah mengikuti pelatihan/seminar ke luar negeri/ke institusi bergengsi atas prestasi keberhasilan Anda di perusahaan. Pernah melakukan efisiensi anggaran di unit kerja, berhasil menerapkan efisiensi sistem kerja di divisi, menerima beasiswa, dan lain-lain.

Hal lain yang dianggap “nilai tambah” bagi pihak HRD biasanya;

  1. Keanggotaan pada Organisasi Profesional. Jika Anda terdaftar pada organisasi profesional yang berguna bagi perusahaan/klien perusahaan/network perusahaan yang Anda lamar, cantumkan keanggotaan Anda dan organisasi tersebut.
  2. Keterampilan Tambahan. Seperti ragam bahasa asing yang dikuasai, kemampuan mengoperasikan program komputer tertentu, atau pelatihan-pelatihan unik yang pernah diikuti. Lengkapi dengan dokumen/sertifikat pendukungnya, sebagai lampiran.

Mengingat satu jabatan mungkin dilamar ribuan orang, HRD sangat mengandalkan CV pelamar dalam proses seleksi awal, untuk melanjutkan ke proses berikutnya (wawancara dan tes). Kemas CV yang menggambarkan kualitas diri Anda dalam format menarik, padat, lugas, agar memperbesar peluang dipanggil wawancara. Panjang CV maksimal 2 halaman, jika memang ada riwayat karier dan pendidikan yang dirasa sangat penting, maka 3 halaman maksimal masih dimungkinkan.

Bagi perusahaan yang membutuhkan staf full-timer, atau cenderung beraktivitas dinamis di hari Sabtu-Minggu, otomatis akan menggugurkan lamaran, berkaitan dengan kuliah Anda di akhir Minggu. Kecuali kualifikasi Anda sangat unik dan memiliki nilai lebih bagi perusahaan.

(Donna Turner, Praktisi SDM Experd/Majalah Chic), kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. 10 Cara Atasi Rasa Kesal di Kantor
  2. Inilah 8 Profesi Paling Menyenangkan di Dunia
  3. Lowongan Sebagai Agen Asuransi Prudential
  4. Jangan Katakan 4 Kalimat Ini Di Depan Bos Anda
  5. Ngantuk Saat Dikantor? Atasi Dengan 3 Tips Berikut
  6. Hindari PHK Dengan 8 Cara Jitu
  7. Mau Keliling Dunia Gratis? Pilih Profesi Berikut
  8. Curi Waktu di Tengah Kesibukan Ngantor
  9. Terjemahan Iklan Lowongan Kerja, Wajib Anda Ketahui!