Pulpen Promosi


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Menikah dengan seorang pria duda yang telah memiliki anak dari pernikahan sebelumnya, bagi sebagian orang memang bukan perkara yang mudah. Menjadi ibu tiri. Itulah poin yang barangkali langsung terlintas di benak sebagian wanita. Menjadi istri dari seorang duda, sekaligus menjadi ibu tiri dari anak kandungnya adalah dua hal nyata yang akan diterima oleh Anda yang ada pada posisi ini.

Sebagian anak mungkin melihat ibu tiri mereka sebagai “musuh” atau “pesaing” nya. Namun tidak sedikit pula yang menyambut bahagia kehadiran ibu “baru”. Dua hal tersebut memang sangat bertolak belakangan. Kekhawatiran akan respon yang diberikan oleh anak dari suami Anda kepada Anda, bisa jadi menjadi salah satu kekhawatiran terbesar.

Namun, sebelum Anda mengetahui jawabannya, sebaiknya jangan mengambil kesimpulan terlebih dahulu, sebelum Anda mengetahui betul peran Anda sebagai ibu “baru” dari anak pendamping hidup Anda.

Ketahui posisi Anda
Anda memang bukan ibu kandung mereka. Namun, apapun yang terjadi, saat ini Anda adalah istri dari ayah kandung mereka. Jadi yang sebaiknya Anda tanamkan pada hati Anda adalah mereka sekarang adalah anak Anda juga, bagian dari hidup dan prioritas Anda.

Bagi anak, ibu kandung mereka akan selalu mendapatkan tempat spesial dihatinya, seperti halnya sang ayah. Jadi sebagai “pendatang baru”, menjadi teman dari anak-anak suami Anda adalah pilihan yang bijaksana.

Menerima anak-anak dari suami
Suka tidak suka, mau tidak mau, setelah menikah, Anda pun telah resmi menyandang status ibu tiri dari anak suami Anda. Agar Anda ingin dihargai dan diterima sebagai ibu “baru” mereka, maka terimalah mereka sebagai anak “baru” Anda juga.

Dengan adanya take and give seperti itu, maka diharapkan kedepannya, Anda bisa lebih nyaman dalam menjalani hidup berumah tangga.

Baiknya memang pendekatan kepada anak-anaknya, dilakukan saat Anda masih berpacaran dengan suami Anda sekarang. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah memahami karakter calon anak tiri Anda, dan anak-anak pun bisa belajar untuk menerima calon pendamping baru ayah mereka. Jadi saat Anda sudah menikah, akan lebih mudah dalam berinteraksi dengan anak-anak.

Terbuka dan toleransi
Entah berapa pun usia anak tiri Anda, perceraian orangtua kandung mereka pastinya masih menyisakan trauma yang mendalam. Sikap-sikap agresif yang kemungkinan ditujukan anak, sebaiknya jangan dijadikan alasan untuk membenci mereka.

Lihatlah dari sudut pandang mereka, dimana mungkin saja dengan beberapa kejadian buruk yang pernah mereka alami, seperti pertengkaran orangtua hingga akhirnya timbul perceraian, masih membuat mereka sulit menerima Anda.

Kalau mengikuti emosi, tentu tidak akan pernah menemukan titik temu. Yang ada justru hanya akan memperlebar jurang pemisah Antara Anda dengan anak-anak. Saat emosi mereka menyeruak, cobalah tenang dan hadapi dengan kepala dingin. Coba untuk masuk pelan-pelan kepada permasalahan yang sedang terjadi.

Sayangi seperti anak sendiri
Belajar dan membiasakan diri untuk mendekatkan diri kepada anak tiri Anda adalah pilihan yang paling tepat. Awalnya mungkin susah, namun jika terus Anda lakukan, lama kelamaan anak-anak akan menerima kehadiran Anda.

Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi disini adalah sayangi mereka, bukan berusaha untuk memiliki mereka sepenuhnya. Biarkanlah semua mengalir sebagaimana mestinya. Yang terpenting Anda mengetahui jelas batas-batasannya.

Jadi Ibu yang baik
Diawal, barangkali anak-anak masih canggung dengan keberadaan Anda. Jika memang demikian, Anda yang sebaiknya bertindak lebih dulu, dengan mencoba melakukan pendekatan kepada mereka. Jalinlah komunikasi yang baik. Dengan terciptanya komunikasi dua arah yang intensif, maka berbagia kendala bisa cepat diselesaikan dengan baik.

Tidak perlu memakai kekerasan, saat anak melakukan pelanggaran atau memperlakukan Anda dengan tidak sopan. Berikanlah teguran dan nasihat yang baik kepada mereka. Kalau memang sudah kelewat batas, diskusikan dengan suami Anda untuk mencari jalan keluar yang baik dan menguntungkan semua.

Jangan membedakan
Jika nantinya Anda dan suami akan memiliki momongan sendiri, berarti anggota keluarga akan bertambah. Sekaligus anak biologis Anda akan mendapatkan saudara tiri. Dibeberapa kasus ini, sadar atau tidak, faktor ketidakadilan dalam membagi perhatian dan kasih sayang kepada anak, baik anak kandung maupun anak tiri, kemungkinan besar akan muncul.

agar tidak terjadi konflik kecemburuan, jangan abaikan perhatian Anda kepada anak tiri Anda. Mereka yang mungkin saja sudah mulai menerima Anda sebagai ibu mereka, pastinya akan merasa sedih. Jadi bersikap adillah terhadap anak.

sumber:www.hanyawanita.com

Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva

1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini!
2. Mendapat $5 Gratis.
3. Hanya dengan $1 sudah bisa bertrading.
4. Keamanan yang cukup bagus.
5. Memperoleh Software untuk bertrading secara real time.
6. Tersedia support berbahasa melayu.
7. Mendapatkan uang virtual, untuk latihan trading.

Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10

Download Ebook Gratis


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Hypnoparenting : Sugesti Positif Untuk Anak Jelang Tidur
  2. Operasi “Caesar” Tak Selamanya Baik untuk Bayi
  3. Inilah 4 Perawatan Sebaiknya Dilakukan Setelah Melahirkan
  4. Tes DNA Ibu Hamil, Bisa Deteksi 100 Penyakit Bayi Dimasa Datang
  5. Inilah 10 Masalah Utama Kesehatan Anak
  6. 5 Cara Agar Anak Anda Cerdas
  7. Orang Tua Harus Ketahui, Tiga Tahap Perkembangan Otak Anak
  8. ASI Terbukti Membuat Anak Pintar
  9. Membedong Bayi, Boleh Kok! Inilah Cara Membedong yang Benar
  10. Buah Dan Sayuran Berikut, Bisa Tingkatkan Imunitas Anak Anda