Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Diantara banyak posisi seksual yang kerap dilakukan oleh setiap pasangan, tentunya adalah posisi seksual missionary alias posisi dinas. Bahkan, menurut survey yang dilakukan sebuah media lifestyle di Amerika Serikat, 95% pasangan yang terlibat dalam aktifitas seksual selalu menggunakan posisi dinas ini di awal aktifitas seksualnya.

Tak bisa dipungkiri, posisi dinas mempunyai karakter istimewa hingga posisi ini selalu digunakan di hampir setiap hubungan seksual. Namun, posisi missionary ini memiliki banyak variasi posisi, sehingga posisi ini tak monoton dan bisa sangat dinamis. Sebagai contohnya tergambar pada posisi seksual berikut, yakni posisi buaya mengambil telur.

Mendengar namanya, mungkin dirasa kurang familiar di telinga anda. Namun, jika gambaran posisi ini terkuak jelas, anda pastinya sering menggunakan posisi ini dengan pasangan. Karena, memang posisi seksual ini terbilang sering digunakan dan mudah untuk dilakukan sebagai variasi dari posisi missionary.

Pertama, lakukan seperti biasa anda melakukan posisi dinas. Kemudian setelah penetrasi terjadi dengan sempurna, anda harus mengangkat kedua kaki anda dan menekuknya hingga paha anda hampir menyentuh tubuh anda. Posisi pasangan lelaki anda bisa condong ke depan dengan bertopang pada kedua tangannya yang berada tepat di kedua sisi luar tubuh anda. Posisi kedua kaki pasangan lelaki sedikit menjulur ke belakang, agar penetrasi mudah terjadi dengan mendalam.

Dalam posisi seperti ini, pasangan anda akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Karena posisi Mr P miliknya akan terbenam penuh dan sedikit terkepit oleh si Miss V. Meski begitu, ada juga sebagian dari kalangan perempuan yang merasa tak nyaman dengan posisi ini. Ini disebabkan penetrasi yang mendalam dan terjadi penekanan pada mulut rahim. Perempuan kerap mengeluhkan rasa sakit pada rahimnya yang tertekan.

Posisi ini bisa dijadikan pilihan alternatif jika suatu saat anda melakukan posisi dinas dengan pasangan. Anda bisa mencobanya dengan pasangan anda. Namun, yang perlu diingat, anda haruslah terlebih dahulu mendapatkan rangsangan yang cukup. Karena dengan rangsangan yang cukup, lubrikasi akan memadai hingga mulut rahim anda tak akan menjadi sakit saat terjadinya penekanan dari pasangan anda. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Masalah Ukuran Miss V Terlalu Besar atau Kecil?
  2. 12 Alasan Pakai Kondom
  3. Pengen Coba Phone Sex? Begini Langkahnya!
  4. Cara Menghitung Durasi Kepuasan Bercinta (Orgasme)
  5. “Untung – Rugi” Berhubungan Seks Saat Hamil
  6. Inilah Pengakuan Bintang Film Porno yang Terkena HIV
  7. Benarkah Pria Kurus Lebih Bergairah Dibanding Yang Gendut?
  8. Kenali dan Hindari Keputihan
  9. Tips Merangsang Payudara Wanita Berdasarkan Bentuk
  10. Cara Memutihkan Zona Disekitar Vagina