Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

SeiringĀ  dengan banyaknya pusat perbelanjaan yang ada, perlahan tetapi pasti, Bandung kemudian dikenal sebagai objek wisata belanja potensial di tanah air. Saat ini Bandung dapat dikatakan sebagai barometer kegiatan wisata belanja yang terdekat dengan ibu kota. Hampir tiap akhir pekan, sejumlah tempat wisata belanja, selain BSM, seperti Cibaduyut, Cihampelas, FO-FO, serta pusat jajanan lainnya selalu dipadati pengunjung.

Jika ditelusuri lebih jauh, 80% di antaranya datang dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Wajar saja jika kemudian hampir setiap liburan akhir pekan (weekend), menjamur kendaraan dengan nomor polisi Jakarta. Kondisi seperti itu paling tidak sudah berlangsung cukup lama, tepatnya sejak merebaknya badai krisis moneter melanda Indonesia.

Maraknya tempat-tempat perbelanjaan yang ada di Kota Bandung ini, tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendatang (wisatawan) terutama bagi mereka yang benar-benar senang berbelanja. Oleh karena itu, tak ada alasan bagi Pemkot Bandung memandang pesimistis kondisi ini. Bahkan, potensi yang dimiliki Bandung tersebu, harus benar-benar mampu diangkat ke permukaan oleh Pemkot Bandung melalui Dinas Pariwisatanya.

Sangat disayangkan kalau pemanfaatan potensi yang dimiliki tersebut tidak dilakukan secara optimal sebab saat ini Bandung sudah telanjur dikenal karena memiliki banyak objek wisata belanja. Semuanya itu memberikan nilai tambah bagi Kota Bandung dalam mencapai visinya sebagai “Kota Jasa” pada tahun 2004 nanti. Selain transaksi yang jumlahnya tak sedikit, daya pikat Bandung sebagai objek wisata belanja juga memiliki prospek cerah.

Anehnya, meskipun kemacetan di jalan-jalan di Kota Bandung setiap akhir pekan sudah menjadi pemandangan yang rutin, hal itu tidak merintangi atau membuat jera para wisatawan kaum pembelanja ini. Efek ekonomi yang ditimbulkannya tentu positif. Sebuah jawaban bagi mereka yang berpandangan nyinyir terhadap perkembangan Bandung menjadi kota belanja yang sarat dengan pertokoan, FO, dan berbagai jenis mal.

Masing-masing pusat belanja memang menawarkan spesifikasi dan kelas tersendiri. BSM misalnya, juga dilengkapi pusat rekreasi bagi keluarga yang terutama dapat dimanfaatkan bukan hanya pengunjung dari Bandung, namun masyarakat dari luar atau pinggiran Kota Bandung. Fasilitas rekreasi seperti Kota Fantasi, dapat dikatakan sebagai satu-satunya pusat rekreasi keluarga terlengkap yang ada di mal di Kota Bandung.

Tak kalah menariknya, beragam jajanan pasar juga masuk ke mal. Hampir sebagian besar mal menyediakan area yang cukup luas untuk food court. Berbagai jenis makanan, dari yang harus diracik sampai yang hanya tinggal disantap (siap saji), ada di sana. Belum lagi jejeran coffee shop. sebagai tempat bergosip santai dan berbincang bisnis dengan rekan, kini sudah merupakan kelengkapan sebuah mall.

Dalam perkembangannya, setiap mal pun berkreasi untuk menciptakan aaara-acara menarik, sebagai daya tarik tersendiri bagi pengunjung sekaligus pencegah kebosanan. Seperti BSM, secara rutin juga menggelar berbagai kegiatan, baik pergelaran musik, mode maupun kegiatan amal dan sosial, termasuk pameran bertaraf internasional. Bahkan, dialog dan ceramah bersama Aa Gym, dai kondang asal Bandung, diselenggarakan secara kontinu.

Keanekaragaman tempat berbelanja di Kota Bandung semakin bertambah lengkap, menyusul dibukanya sejumlah tempat perbelanjaan bertaraf moderen. Jangan heran jika kemudian kawasan Bandung tumbuh dan berkembang begitu cepat sebagai kota yang menyimpan banyak potensi objek wisata belanja. Termasuk munculnya kafe-kafe yang jumlahnya mencapai ratusan di Kota Bandung.

Semua itu paling tidak mengindikasikan pula kreativitas masyarakat Kota Bandung terus berkembang mengikuti perputaran roda kehidupan. Potensi yang sudah melekat ini harus dapat dimanfaatkan secara optimal, bukan hanya oleh para pelaku usaha, melainkan pula harus dimanfaatkan secara optimal oleh Pemkot Bandung. (rn)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Pasir Reungit Bogor; Wisata Petualangan yang Menantang
  2. Jl. P. Jayakarata, Jakarta; Menyusuri Jakarta Tempo Dulu
  3. Pantai Surga, NTB; Surga Para Peselancar
  4. Maluku; Negeri Seribu Pulau
  5. Museum Radya Pustaka, Surakarta; Melihat Jawa Tempo Dulu
  6. Tm Gua Sunyaragi, Cirebon; Rangkaian Sejarah Masa Lalu
  7. Tanjung Puting, Kalbar; Ekowisata Tak Tersaingi
  8. Pulau Kakaban; Gemerlap Cahaya di Tengah Danau
  9. Paotere, Makasar; Pelabuhan Rakyat Sarat Sejarah
  10. Blanakan, Subang; Saksikan Atraksi Buaya Blanakan