Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Bagi rakyat Finlandia, Benteng Suomenlinna bukan sekadar sebuah sarana pertahanan penghadang musuh. Namun, lebih dari itu, Sveaborg Suomenlinna – mereka menyebutnya begitu – adalah sebuah benteng penyelamat. Anggapan ini lahir lantaran faktanya bangunan inilah yang telah menjaga pelabuhan di negeri ini sejak abad 18, yang sekaligus menjadikan Finlandia aman dari serangan musuh.

Di tempat inilah bekas-bekas pertempuran antara tentara Finlandia dengan tentara musuh bisa dijumpai di Kepulauan Suomenlinna. Tak jelas benar berapa banyak serdadu maupun rakyat Finlandia yang gugur selama peperangan. Yang pasti, di benteng yang menempati empat buah pulau besar dan kecil itulah, serdadu Finlandia mampu menghadang serbuan tentara musuh.

Dalam kondisinya yang sekarang, benteng tersebut menjadi sebuah salah satu objek wisata unggulan di Finlandia. Melihat kondisinya, bangunan benteng setinggi lebih dari 15 meter itu hingga kini masih tampak kokoh. Tapi, meski cukup terawat, suasana bangunan itu masih menyisakan keseraman masa peperangan di tempat itu.

Perjalanan ke benteng di Suomenlinna bisa dilakukan dengan menggunakan kapal motor penghubung antarpulau dari Pelabuhan di Katajanokanlaituri, Helsinki. Dengan harga tiket per orang sebesar 5 Euro yang berlaku untuk pulang pergi, wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit saja. Tarif sebesar itu sudah termasuk biaya untuk tiket masuk ke areal benteng.

Begitu menginjakkan kaki di benteng bersejarah ini, siapa pun bisa langsung melihat sebuah bangunan tua yang dijadikan sebagai museum perjuangan bangsa Finlandia. Di museum itu pengunjung bisa melihat-lihat berbagai jenis pakaian serdadu Finladia lengkap dengan berbagai peralatan perangnya, seperti pedang, pistol, bahkan meriam dalam berbagai ukuran. Di tempat ini pula, secara gratis pengunjung diberi kesempatan melihat-lihat pakaian adat bangsa Suomi — termasuk tradisi mereka dalam menyusun bahan makanan serta peralatan dapurnya.

Agak menjauh dari museum itu, kita bisa menyisir jalanan di seputaran benteng, yang di tengah-tengahnya terdapat sebuah bangunan gereja yang unik. Disebut unik, lantaran gereja ini memiliki lonceng besar yang terbuat dari besi baja dengan ketebalan lebih dari 10 cm, setinggi lebih dari 2 meter, dengan garis tengah lebih dari 1 meter.

Untuk menikmati suasana pantai, sambil rehat kita bisa meneguk kopi hangat yang tersedia di cafe di seputar areal benteng tersebut. Di tempat ini juga disediakan tempat-tempat bagi para pengunjung yang ingin bermandi sinar matahari di musim panas. Agar bisa menikmati wisata dengan mengelilingi seluruh benteng, pengunjung dianjurkan berangkat pagi sejak hari. Sebab, kapal yang menghubungkan Helsinki dengan pulau tersebut hanya beroperasi hingga pukul 20.00 waktu setempat.

Bangsa Finlandia adalah bangsa yang unik. Mengacu sejarah perjuangan negeri ini, tercatat bahwa sebelum abad 10 suku bangsa Lapp diketahui sebagai penduduk asli Finlandia. Namun, lantaran terdesak oleh pendatang dari Timur dan Selatan, maka bangsa yang sampai dewasa ini dikenal sebagai bangsa Suomi atau Finlandia. Sedangkan suku bangsa Suomi terdesak ke daerah Scandinavia bagia utara dan menetap di sana sampai sekarang. Diperkirakan jumlah mereka hanya tinggal 35.000 jiwa. Itu sudah termasuk mereka yang berdiam di Finlandia, yang jumlahnya sekitar 2.500 jiwa sebagai warga negara Finlandia.

Swedia di bawah kekuasaan Raja Erik IX berhasil menguasai Finlandia dan menjadikannya sebagai bagian dari Swedia selama 650 tahun. Di bawah Raja Swedia Gustav I, selanjutnya dibangunlah kota Turku sebagai ibukota pertama, sekitar 180 km dari sebelah barat Helsinki.

Pada tahun 1808, Rusia dengan bantuan Napoleon Bonaparte berhasil mengusir bangsa Swedia dari Finlandia. Berdasarkan ‘Treaty of Hamina’ tahun 1809, Finaldnia menjadi ‘Grand Duchy’ Tsar Rusia dengan status otonomi dan berkonstitusi sendiri (memiliki hukum dan mata uang sendiri). Ketika menjelang abad XIX Tsar Alexander III melancarkan politik ‘rusianisasi’ atas Finlandia, rakyat Finlandia menolak sehingga menimbulkan perlawanan.

Dengan menggunakan kesempatan kemelut di Rusia (Revolusi Bolsywik), pada tanggal 6 Desember 1917 Finlandia menyatakan kemerdekaannya. Sebuah kemerdekaan yang segera diakui Prancis, Jerman, Swedia, dan akhirnya diakui pula oleh Rusia sendiri. Pada tanggal 17 Juli 1919, kemudian Finlandia menyatakan menjadi negara republik.

Finlandia terlibat peperangan dengan Rusia pada tahun 1939-1941. Sedang perangnya dengan Jerman terjadi pada tahun 1944-1945. Tahun 1947 Finlandia menandatangani perjanjian perdamaian Paris yang isinya membatasi kekuasaan militer yang boleh dimiliki Finlandia. Tahun 1948 Finlandia mengadakan perjanjian persahabatan dengan Uni-Sovyet dan selanjutnya menjalankan politik luar negeri yang netral sampai kini. Dari sanalah Finlandia dikenal dunia sebagai negeri cinta damai. (rn)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Pulau Capri, Teluk Napoli; Pulau Unik yang Melegenda
  2. Turki: Negeri Ribuan Kubah
  3. Toba Lake, Telusuri Sejarah dan Keindahan Samosir
  4. Inilah 8 Obyek Wisata di Singapura Yang Wajib di Kunjungi
  5. Yamagata, Jepang; Menjelajah Negeri Dongeng
  6. Bulgaria; Tujuan Wisata Termurah Di Eropa
  7. Hantu sebagai obyek tourism, di Skotlandia.
  8. Singapura; Nikmati Sensasi Bandara Changi
  9. Inilah 5 Tempat Belanja Di Hongkong
  10. Ho Chi Minh; Kota Perang yang Jadi Kenangan