Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Ritual buang sial banyak dikenal di Indonesia. Diantaranya adalah memotong rambut atau berenang di laut. Di Thailand, upacara buang sial cukup unik. Berlangsung di kuil, orang yang membuat sial itu harus berlatih menjadi ‘mayat’. Dan kuil yang menawarkan jasa buang sial ini.

Kuil Pram Manee di Provinsi Nakorn Nayok, sebelah timur Bangkok menawarkan solusi buang sial dua kali sehari, tepat pada pukul 09:09 pagi dan 13:09. Waktu upacara yang mengandung angka sembilan, karena ada kepercayaan di Thailand bahwa angka ini membawa keberuntungan.

Untuk melakukan upacara buang sial, semua peserta diwajibkan membayar 180 baht sekitar Rp51.300 untuk biaya bunga, kain putih, dan ‘jasa’–berupa kebutuhan harian termasuk pasta gigi, sikat gigi dan makanan bagi para biksu.

Selama ritual, para peserta berdiri di depan peti mati sambil memegang bunga dan berdoa agar nasib sial pergi serta meminta keberuntungan dalam kehidupan. Selanjutnya mereka akan tidur di peti mati sementara para biarawan melantunkan doa.

“Kami berdoa untuk si ‘mati’ agar membersihkan hal-hal buruk. Semua hal buruk akan hilang saat seorang bhikkhu menarik selembar kain dari atas peti mati,” kata Rin Manaboom, seorang biarawan di kuil.

“Biarawan akan meletakkan kain di atas peti mati dan menariknya kembali seperti menarik hal-hal baik masuk ke dalam diri dan membuang hal-hal buruk,” katanya seperti dikutip dari Yahoo.

Setelah itu, mereka diminta bangun dan diberi air suci oleh seorang biksu.

Krisda Netmanee, seorang polisi 39 tahun, mengatakan ingin memulai sebuah awal baru setelah serangkaian tugas kerja yang buruk sejak awal tahun ini. “Saya mengalami nasib buruk tahun ini. Saya di sini untuk membuang nasib buruk dan meminta berkat agar hal bak datang,” tambahnya.

Sedangkan, pengunjung lainnya, Ra Damthanin mengatakan mengikuti ritual secara rutin. Ra mengaku menjadi ‘mayat’ setidaknya enam kali agar berumur panjang.

“Saya ingin hidup dalam waktu lama bersama anak-anak, tetangga, dan adik saya,” ucap kakek 62 tahun tersebut. “Saya hanya ingin berumur panjang.”

sumber: VIVAnews


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Musim Dingin di Shanghai
  2. Edinburg, Skotlandia; Menyeberang Ke Lintasan Waktu
  3. Nice, Perancis; Tawarkan Beragam Seni Arsitektur
  4. Hauptbahnhof Frankurt; Kota Spesial Yang Tak Pernah Sepi
  5. Berjudi di Las Vegas
  6. Abu Dhabi,UEA; Surga Baru Pehobi Belanja
  7. Iquazu, Brazil; Bertualang di Air Terjun 2 Negara
  8. Wisata Murah Keluar Negeri Yuk
  9. Inilah 2 Tempat Wisata Anak Terbaru di Singapura
  10. Taiwan; Nikmati Nuansa Tradisional Kota Tua Jiu Fen