Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Gunung Merapi, merupakan satu – satunya gunung berapi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya lebih kurang 30 kilometer, disebelah Utara kota Yogyakarta dan puncaknya berupa dataran pasir yang tidak rata, seluas lebih kurang 4 hektar, dengan beberapa lubang kepundan yang satu-dua diantaranya selalu mengepulkan asap tebal, menandai gunung Merapi masih aktif bekerja.

Bilamana gunung ini menunjukkan kedahsyatan erupsinya, masyarakat Yogyakarta dapat menyaksikan gumpalan asapnya yang berwarna putih kelabu atau kehitam – hitaman mengepul keatas, yang dari kejauhan nampak seperti timbunan bulu domba. Akan tetapi bilamana gunung itu dalam keadaan “ tenang ”, pesonanya demikian memukau, sehingga merangsang para remaja yang ingin berpetualang mendaki gunung dan para pecinta olah raga mendaki gunung untuk menaklukkan puncaknya.

Untuk mencapai puncaknya, dapat ditempuh dua arah jalan. Jalan yang pertama, melalui Desa Kinahrejo yang terletak lebih kurang 2 kilometer di sebelah Timur tempat rekreasi Kaliurang. Jarak antara desa Kinahrejo ke puncak Gunung Merapi hanya sekitar 9 kilometer, namun jarak ini biasanya ditempuh dalam waktu 10 jam, mengingat medan pendakiannya cukup sulit. Namun justru medan yang sulit ini yang menarik bagi para remaja, karena rata – rata semangat juang mereka demikian tinggi, hingga segala faktor kesulitan itu dianggapnya sebagai tantangan untuk dikalahkannya.

Jalan yang lebih mudah, melalui daerah Selo Kabupaten Boyolali yang terletak diantara gunung Merapi dengan gunung Merbabu, di propinsi Jawa Tengah. Daerah Selo ini dapat dicapai dari Yogyakarta dengan kendaraan bus sampai Kartosuro, selanjutnya menuju Boyolali. Di waktu sore hari, kendaraan kejurusan ini agak sulit, hingga disarankan agar jika ingin pergi ke daerah Selo supaya diusahakan sebelum pukul 13.00.

Disarankan pula untuk melakukan pendakian ke puncak Merapi ini dengan menggunakan jasa pemandu atau penunjuk jalan. Bilamana terpaksa harus menginap, para pemandu ini menyediakan rumahnya untuk keperluan tersebut.

Bagi yang kurang berminat melakukan pendakian sampai ke puncak, masih dapat mengagumi keindahan gunung Merapi ini, dari daerah Bebeng yang terletak lebih kurang 2 kilometer disebelah Tenggara kota Kaliurang, atau bisa juga melihat dari daerah Turi, lebih kurang 5 kilometer di sebelah Barat kota Kaliurang, jika ingin menyaksikan puncak Merapi dari kejauhan secara jelas, dapat digunakan teropong pengamat dari Pos Pengamat Gunung Merapi di Plawangan, Kaliurang.

Pada lereng gunung Merapi, didekat Plawangan terhampar kota mungil Kaliurang yang berhawa sejuk, yang jauhnya lebih kurang 25 kilometer dari kota Yogyakarta. Sejak zaman penjajahan Belanda, kota yang memiliki pemandangan indah, serta memiliki berbagai fasilitas rekreasi yang memadai.

Kini, Kaliurang telah menjadi lebih menarik lagi, dengan telah dibangun dan dikembangkannya berbagai sarana rekreasi dan berbagai fasilitas lain, seperti : kolam renang, hutan rekreasi, taman hiburan dan arena olahraga.

Bagi kalangan remaja dan pramuka, Kaliurang merupakan tempat yang populer, karena di daerah ini tersedia juga bumi perkemahan, jalur- jalur jelajah lintas alam dan pemandangan alam yang indah yang menggugah rasa romantis kita.

Vila, bungalow, pasanggrahan dan berbagai sarana penginapan, yang beberapa diantaranya memiliki fasilitas untuk keperluan konvensi (konferensi, seminar, rapat – rapat, loka-karya, penataran) dan rumah – rumah makan, semakin ramai diusahakan orang di daerah wisata ini.

Kaliurang dapat dicapai dari sub terminal Terban dengan micro bus atau bisa pula dari tempat ini naik bus ke Kaliurang, yang berangkat dari terminal Umbulharjo. (rn)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Bangka; Pulau Seribu Pantai
  2. Desa Tanjung, Sleman; Wisata Sambil Belajar
  3. TN Kep. Seribu; Pesona Wisata Bahari di Utara Jakarta
  4. Bedugul, Bali; Suasana Lain Pariwisata Bali
  5. Jogjakarta; Jamasan, Wisata Ritual Bernilai Jual
  6. Desa Lingga, Sumut; Desa Pewaris Rumah-rumah Adat
  7. Keindahan Danau Maninjau, Soekarno Berikan “Fatwa”
  8. Cibereum, Jabar; Bersahabat dengan Deru Air Terjun
  9. Telaga Ngipik, Gresik; Potensi Wisata “Tersembunyi”
  10. Pontianak, Kalbar; Menyusuri Jejak Kesultanan Sambas