Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Jalan-jalan di Hongkong adalah aktivitas menyenangkan yang dinantikan banyak orang. Dan jika kesempatan itu datang pada Anda, siapkan diri untuk banyak berjalan kaki. Mengapa? Ya, karena berjalan kaki menyusuri Hongkong memang sangat asyik. Tahukah Anda, warga Hongkong sendiri juga sangat menyukai aktivitas yang menyehatkan ini. Pada hari kerja, ribuan pejalan kaki memenuhi setiap lorong dan trotoar. Saat-saat berangkat kerja, makan siang, dan pulang kerja, adalah puncak kepadatan pejalan kaki.

Nah, saat Anda berada di Hongkong, tak ada salahnya membaur di tengah mereka. Dengan berjalan kaki, Anda akan leluasa menyusuri jalanan dan ‘menyeberangi’ gedung-gedung pencakar langit. Anda yang tak terbiasa berjalan kaki untuk jarak yang jauh, mungkin akan merasa lelah. Ketika lelah itu datang, silakan menumpang angkutan umum. Jangan khawatir, angkutan umum di Hongkong sangat memadai dengan pelayanan serba otomatis.

Selain trem, bus, dan taksi, Mass Transport Railway (MTR) merupakan angkutan massal yang menghubungkan seluruh bagian Hongkong. Tiket angkutan ini dibeli lewat mesin otomatis yang berjejer di dalam stasiun. Tiket termurah adalah 5 dolar Hongkong. Tiket sekali jalan itu pula yang menjadi tiket keluar masuk ke kawasan jalur kereta.

Hongkong dikenal sebagai pusat bisnis. Gedung-gedung jangkung, baik kantor, hotel, atau apartemen, nyaris memenuhi wilayah bekas koloni Inggris ini. Namun, di sela-sela gedung pencakar langit itu, taman-taman dan bangunan bersejarah terpelihara dengan baik. Central Park, Statue Park, dan taman-taman yang lain, tampil anggun di tengah hiruk-pikuk pebisnis dan segala aktivitasnya. Begitu pun gedung parlemen yang bersejarah itu, tampil anggun dengan gaya arsitektur aslinya. Bangunan yang terawat ini seolah menjadi penyejuk di tengah belantara pencakar langit di sekelilingnya.

Kehidupan malam di Hongkong, menawarkan pemandangan yang lebih beragam. Jika ingin berbelanja pada malam hari, coba sambangi Ladies Market di kawasan Mongkok. Laiknya Blok M di Jakarta, kawasan ini penuh dengan pedagang di bawah tenda. Mereka hanya membuka dagangan pada sore hari hingga menjelang tengah malam. Sekali lagi, yang membedakan dengan Blok M, adalah kebersihannya. Karena bersih, para pembeli pun merasa nyaman dan betah berlama-lama menyusuri lorong demi lorong di pasar malam ini.

Jangan terkecoh dengan nama Ladies Market. Pasar malam ini ternyata tak hanya menjual barang-barang untuk perempuan. Layaknya pasar malam yang biasa dikunjungi turis, Ladies Market menjual beragam barang, termasuk aneka cenderamata khas Hongkong. Ada gantungan kunci, baju sutra, tas, kaos berlogo Hongkong, pashmina, dan lainnya. Seperti halnya di Blok M, kemampuan memilih barang dan menawar harga adalah seni yang sangat dibutuhkan ketika berbelanja di Ladies Market. Sepertiga harga adalah penawaran pembuka yang dianjurkan, meski Anda harus siap mendengar celoteh marah si pedagang dalam bahasa Kanton.

Di kawasan Mongkok ini pula, para penggemar makanan Cina dapat memanjakan lidahnya. Puluhan ruko di seberang Ladies Market menawarkan beragam makanan yang dipajang dalam etalase. Ada kue, dan aneka olahan dari daging serta sea food. Jika berminat, Anda tinggal tunjuk dan pedagang akan segera menyajikannya. Santaplah saat itu juga. Beberapa tempat menyediakan meja kursi ala kafe pinggir jalan.

Puas menjelajahi Ladies Market, marilah mengintip kehidupan malam di sudut Hongkong yang lain. Inilah Temple Street. Tempat ini menawarkan aktivitas yang berbeda. Lapak-lapak serupa Ladies Market ada juga di sini, dengan variasi jenis dagangan yang lebih sedikit. Hanya saja, di sekitar kawasan ini, pelancong dapat menemukan deretan tenda-tenda peramal. Dengan tarif terendah 20 dolar Hongkong, peminat ramalan dapat mencoba berbagai jenis peruntungan yang ditawarkan.

Segaris dengan lapak para peramal, tepatnya di persimpangan menuju Nathan Road, terdapat tenda pertunjukan teater tradisional Cina. Tentu saja, disajikan dalam bahasa Cina. Walau tak paham bahasa Cina, para penonton atau pejalan kaki yang melintas dapat mengabadikan pertunjukan tersebut atau berfoto bersama para pemain. Sayangnya, untuk satu kali mengambil gambar, mereka pasang tarif 25 dolar Hongkong. Jadi, bagi yang berkantong tipis, lewatkan saja.

Nah, jika Anda ingin melewatkan malam sembari menikmati panorama Hongkong, Peak merupakan pilihan terbaik. Peak adalah puncak bukit tertinggi di Hongkong. Dari sana, seluruh wajah Hongkong terpampang. Mulai dari taman, belantara pencakar langit, sampai pelabuhan. Malam hari memang merupakan saat terbaik untuk menyaksikan panorama indah ini. Sayangnya, kabut kerap menyambangi wilayah yang kini kembali dikuasai pemerintah Cina ini.

Hongkong, seperti halnya kota-kota besar lainnya di dunia, juga memiliki banyak pusat perbelanjaan yang memajang aneka produk bermerek terkenal. Bahkan, Hongkong disebut-sebut sebagai surga wisata belanja. Namun, bagi mereka yang suka berkelana, pusat-pusat perbelanjaan nan gemerlap itu kalah menarik dibanding suasana lorong-lorong kecil namun bersih khas Hongkong. Di lorong-lorong itulah, kita bisa menghirup aroma Hongkong dengan sangat dekat. (rn)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Mau Liburan Ke Milan? Inilah 13 Hal yang Bisa Dinikmati Secara Gratis di Milan
  2. Explore The Grand Canyon
  3. Wroclaw, Polandia; Nikmati Sensasi Kota Purba
  4. Inilah 4 Kebun Binatang Yang Harus di Kunjungi di Singapura
  5. London, Inggris; Oxford, Potret Inggris Seutuhnya
  6. Inilah 5 Alasan Kalau Traveling ke Jepang Sendirian Aja Deh
  7. Italia; Negeri Pewaris Sejarah Kuno
  8. Jepang; Antara Kemegahan Kuil dan Keindahan Sakura
  9. Havana, Kuba; Kota Situs Warisan Dunia