Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Begitu Menjejakkan kaki di bandara Mc Carran International Airport di Las Vegas, bauran manusia nampak tinggi besar bagiku. Maklumlah aku orang Indonesia hanya dengan tinggi badan 160 cm nampak mungil dikelilingi oleh berbagai ras dunia yang tumplek blek di bandara tersebut guna mencari kesenangan di kota yang menjajikan kegembiraan tersebut. Manusia kulit putih, kulit kuning, sawo matang bahkan kulit hitam dengan tinggi badan menjulang hingga aku harus mendongak tinggi untuk menanyakan tentang pintu keluar bandara menuju hotel tujuanku.

Dengan menaiki mobil jemputan hotel, aku duduk tegak memandang jalan sekeliling yang tandus mencoba melupakan kelelahan berpuluh jam diatas pesawat menuju kota yang sangat populer dengan sebutan sin city ini ( kota dosa). Memang, sepanjang jalan menuju hotelku dimana-mana nampak tandus, padahal sedang mulai musim semi. Namun karena janji-janji brosur dan cerita yang kubaca tentang kota ini mengalahkan kelelahanku.

Welcome drink menyongsongku begitu aku tiba di reception hotel Marriot tempat menginapku, dan dengan terburu-buru segera kutenggak habis agar aku dapat segera meletakkan koperku dikamar dan mencari tempat keramaian yang dijanjikan oleh Vegas. Begitu mendapatkan kunci kamar aku segera meletakkan koper dan mencuci muka agar sedikit segar lalu membuka peta mencari tujuan perburuanku. Jelas tempat yang pertama kutuju adalah Caesars Palace tempat yang sangat terkenal yang selama 5 tahun ini menampilkan Celine Dion super star favoritku.

Begitu menjejakkan kaki di las Vegas Boulevard, tempat segala keramaian berada aku melihat tulisan besar “Caesars Palace” terpampang jelas. Itulah tujuanku batinku gembira. Untuk menuju ketempat itu aku sengaja berjalan kaki agar dapat melihat dan menikmati jalan yang paling terkenal di Las Vegas ini. Dikiri-kanan jalan banyak terdapat hotel yang berfungsi juga sebagai rumah judi sekaligus pusat perbelanjaan. Sebut saja yang paling terkenal seperti Bellagio, The Venetian, Paris, Wynn, yang jelas-jelas adalah hotel dengan semua fasilitas kesenangan menunggu kedatangan penjudi yang siap memainkan mesin judi, atau bacarrat, sebuah permainan judi yang mudah karena hanya mengandalkan 2 pilihan bank atau player saja. Sekaligus hotel-hotel tersebut juga berfungsi sebagai mall yang mendisplay barang-barang mewah dengan merk dunia yang dengan mudah ditemukan, seperti, Gucci, Dior, Etienne Aigner, produk mewah yang berlambang tapal kuda berbentuk huruf A.

Begitu memasuki Lobby hotel Caesars palace aku dikejutkan oleh ratusan mesin judi dan perempuan-perempuan cantik dari berbagai ras yang memandu permainan judi tersebut. Mereka mengenakan baju yang sangat sexi dan sekaligus menarik perhatian karena perut atau belahan dada mereka terbuka lebar. Tepat ditengah permainan judi tersebut ada billboard besar yang menampilkan poster Celine Dion, penyanyi favoritku. Segera kusorongkan karcis yang berharga mulai $97,5 hingga $375  begitu antrianku tiba dan dengan sigap panitia pertunjukan tersebut memberi tahu pintu dan kursi yang harus kutuju.

Collesium nama tempat pertunjukan tersebut, penuh sesak hingga tak satu kursipun tersisa dari 5000 kursi yang disediakan. Aku duduk diam mensyukuri dapat menonton show Celine Dion terakhir ini karena ia sudah tak mau memperpanjang kontraknya setelah tahun kelima. Ini adalah show tahun terakhirnya di Caesar Palace Vegas. Pertujukan dimulai dengan menampilkan layar seperti layar tv, namun yang di rekam adalah semua gerak dan mimik penonton. Ada yang sedang tertawa, duduk diam, atau menarik-narik rambut anaknya bahkan ada pula pasangan yang sedang berciuman juga kena rekam hingga mengundang tawa serta applaus yang berkepanjangan. Bayangkan pembukaannya saja sudah menarik dan menyita minat penonton untuk nanar tetap menatap panggung raksasa tersebut.

Mendadak background panggung berganti dengan suasana yang sangat romantis menampilkan setidaknya 50 penari latar yang sedang berdansa dan gebrakan lagu perdana “Power of Love” berkumandang nyaring memukau. Seketika itu juga penonton memekik dan bertepuk tangan menyambut kehadiran Celine Dion yang mengenakan celana ketat mengkilat sekaligus jas berekor panjang ketat berwaran putih. Luar biasa cantiknya. Beberapa menit kemudian penonton diam membeku seakan tersirap dan diakhir reef dari lagu tersebut, Celine dengan handal mengajak penonton menyanyikan lagu itu bersama-sama. Jujur saja aku terharu, ikut berdiri bernyanyi bersama Celine Dion dengan bulu badan merinding mendengar lengkingan suaranya yang luar biasa indahnya.

Kemudian lagu-lagu berikutnya mengalir begitu saja dari suara emasnya dan yang paling menakjubkan adalah tatanan interior background yang selalu berganti setting sesuai dengan lirik lagu yang dinyanyikannya, begitu juga dengan penari latarnya yang amat menguasai panggung dengan tarian-tarian indahnya. Sangat Profesional.

Celine Dion berganti busana 5 kali dan semua busananya disesuaikan dengan tema musik yang dibawakannya. Mataku tak berkedip menontonnya bahkan mineral water yang kubawa utuh tak tersentuh. Aku tak mau melewatkan sedikitpun pertunjukan ini hingga akhir acara dan semua penonton melakukan standing applaus bermenit-menit untuk Celine Dion di akhir pertunjukannya.

Begitu selesai pertujukan yang menyita waktu 2 jam tersebut, aku berjalan pulang menuju hotel dengan kepuasan tak terhingga. Keinginanku tercapai menonton show Celine Dion secara langsung. Hingga aku tertegun beberapa saat melihat poster besar yang bergambarkan Elton John sedang memainkan piano berwarna merah terang dengan tulisan The Red Piano di Caesars palace untuk tahun 2008.. Ia akan menggantikan Celine Dion untuk kontrak jangka panjang juga. Ah, aku harus menabung keras lagi untuk kembali ke Las Vegas melihat penyanyi favoritku, Elton John. (pw)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah 5 Alasan Kalau Traveling ke Jepang Sendirian Aja Deh
  2. Wisata Murah Keluar Negeri Yuk
  3. Lucerne, Swiss; Desa Nelayan yang Mempesona
  4. La Rambla, Spanyol; Surga Pejalan Kaki
  5. Mau Liburan Ke Milan? Inilah 13 Hal yang Bisa Dinikmati Secara Gratis di Milan
  6. Inilah 2 Tempat Wisata Anak Terbaru di Singapura
  7. Kamp Konsentrasi Buchenwald Jerman; Mengenang Kekejaman PD II
  8. Kairouan-Tunisia; Paduan Khazanah dan Modernitas
  9. Cape Town, Afsel; Perjalanan Romantis Sepanjang Pantai
  10. 5 Hotel Murah di Singapore Ini Juga Menjadi Incaran Wisatawan