Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

TOBA dan Samosir seperti satu paket tak terpisahkan. Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Danau Toba tanpa melanjutkan perjalanan ke Pulau Samosir yang terletak di tengah danau tersebut.

Seorang wisatawan membutuhkan waktu sekira 45 menit perjalanan dari Dermaga Ajibata, Parapat untuk sampai di Tomok, Samosir. Waktu 45 menit yang ditempuh dengan Kapal Feri wisata itu dapat dipersingkat menjadi hanya 10 menit jika menyeberang Toba dengan speed boat. Sedangkan Parapat sendiri berjarak sekira empat jam perjalanan darat dari kota Medan, Sumatra Utara.

Okezone pun berkesempatan mengunjungi Pulau Samosir mengiringi rombongan safari dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tengah melepas penat, usai melakukan serangkaian kunjungan di Aceh. Rombongan berangkat sekira pukul 08.30 WIB dari dermaga di Parapat, setelah semalam menginap di wisma bekas pengasingan Bung Karno.

Namun, 45 menit rupanya tidak cukup bagi rombongan tiba di Samosir. Rombongan baru tiba di Tomok, Samosir setelah melakukan perjalanan air selama 1,5 jam atau dua kali lipat dari waktu tempuh sewajarnya. “Karena kita tadi berputar-putar dulu menikmati pemandangan berkeliling Danau Toba,” ujar nahkoda kapal Bernatal Sirait.

Alangkah terkejutnya para rombongan begitu menginjakkan kaki di pulau yang konon diyakini sebagai pulau asal masyarakat Batak itu. Belum juga sempat menikmati pemandangan alam yang ada, puluhan pedagang souvenir sudah menyemut mencoba menawarkan barang dagangannya dengan agresif.

“Gantungan kuncinya bang, kaosnya juga, atau ulos untuk oleh-oleh,” teriak para pedagang sambil terus membuntuti langkah para wisatawan yang memasuki Samosir. Bahkan okezone pun sempat ditarik-tarik dan dipaksa membeli gantungan kunci.

Beruntung aksi mereka tak terus berlanjut saat rombongan semakin jauh melangkahkan kaki memasuki lebih dalam pulau nan cantik itu. Rombongan pun langsung menuju kompleks pemakaman tua Raja Sidabutar yang dijadikan objek wisata budaya pulau tersebut.

Setibanya di kompleks makam batu yang dianggap suci itu, masing-masing pengunjung kemudian dipakaikan ulos, kain selendang khas Batak, yang disewakan gratis di areal tersebut. Seorang pemandu wisata pun dengan gamblangnya berceloteh tentang sejarah Raja Sidabutar.

Aries Setiawan – Okezone


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Pulau Kakaban, Kaltim; Mengintip Biota Laut Purbakala
  2. P. Sumba, NTT; Nikmati Panorama Kontras yang Unik
  3. Jl. P. Jayakarata, Jakarta; Menyusuri Jakarta Tempo Dulu
  4. Pulau Karimun, Jakut; Mengenal Lebih Dekat Satwa Terlindungi
  5. Istana Surosowan, Banten; Menelusuri Jejak Sejarah
  6. Danau Lau Kawar, Karo Bisa Menjadi DTW Primadona Kabupaten/Kota di Sumut
  7. Talaud, Sulsel; Wisata Pedesaan Di Timur Indonesia
  8. Benteng Van der Wijck Kebumen; Wisata Sejarah Warisan Budaya
  9. Menado; Lanskap Indah dari Gunung hingga Lautan
  10. Ciampea, Bogor; Wisata Bernuansa Petualangan