Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Taronga terletak di Bradleys Head Road Mosman, Sydney, New South Wales, Australia. Dari Sidney Harbour, perjalanan menuju Taronga ditempuh selama tak lebih dari 30 menit menggunakan bus. Didukung oleh jalan–jalan yang lengang tanpa sedikit pun kemacetan, perjalanan menuju Taronga terasa menyenangkan. Tidak ada kemacetan lalu lintas seperti di Jakarta yang kerap membuat frustrasi.

Taronga, taman margasatwa terbesar di Sydney seluas 28 hektar itu, tidak sekadar tempat rekreasi bagi keluarga, tetapi juga wahana konservasi binatang buas melalui program pendidikan, pemeliharaan, pengembangbiakan, juga penelitian.

Berdirinya Taronga Zoo tidak lepas dari peran The Zoological Society of New South Wales yang membuka kebun binatang pertama kali pada tahun 1884 di Moore Park Sydney. Setelah berkunjung ke Harburg Zoo, Jerman, pada tahun 1908, sekretaris komunitas pencinta binatang itu, Albert Sherbourne Le Souef, terinspirasi membuat taman margasatwa baru di Sydney.

Pada tahun 1912, pemerintah New South Wales menghibahkan tanah seluas 43 acre (sekitar 17,2 hektar) di bagian utara Sydney Harbour untuk dibangun taman margasatwa yang kemudian dinamai Taronga Zoo. Sebanyak 228 mamalia, 552 burung, dan 64 reptil dari Moore Park dipindah ke Taronga. Lahan makin diperluas dan pada 7 Oktober 1916 Taronga dibuka untuk umum.

Wallaby dan wombat, dua jenis hewan khas Australia, menarik perhatian. Saya berhenti di kandang wallaby. Di sana ada wallaby leher merah (Macropus rufogriseus) dan wallaby rawa (Wallabia bicolor). Warna merah pada wallaby leher merah ternyata bisa berbeda–beda, ada yang hanya menyemburat di bagian leher, tetapi ada pula yang tersebar di beberapa bagian tubuhnya. “Wallaby ini sekarang sulit ditemui, kecuali sedikit di dalam hutan, tempat mereka mencari makanan,” ujar seorang pemandu.

Si wombat yang diberi nama Abdul sangat lucu. Dia sepertinya mengerti jika sedang diperhatikan. Ia berlarian dan mulai menggali–gali tanah. Hewan mamalia ini berkaki dan berekor pendek dengan panjang tubuh sekitar satu meter. Nama wombat dan wallaby diambil dari bahasa orang Aborigin Eora, yakni Aborigin yang tinggal di Sydney pada tahun 1788.

Meski proses pencernaan makanan berjalan lambat, bisa mencapai 14 hari, wombat bisa berlari cepat hingga mencapai 40 kilometer per jam dan bertahan selama 90 detik. “Wombat hewan yang soliter,” kata Jenny. Jadi, meski kelihatannya lucu dan menggemaskan, hewan ini tak biasa untuk dipelihara di rumah.

Selain binatang, yang menarik dari taman ini adalah rimbun dan asrinya pepohonan. Hampir semua pepohonan asli ditanam di sana sejak Taronga dibuka tahun 1916, 90 tahun yang lalu.

Fasilitas lain yang ditawarkan Taronga adalah berfoto bersama koala (Phascolarctos cinereus). Menurut Jenny, turis biasanya tidak akan melewatkan kesempatan foto bersama hewan ini. Banyak pengunjung  ingin merasakan pengalaman itu dengan membayar lima dollar Australia.

Lagi pula, sejumlah koala saat itu tertidur pulas. “Mereka makan terus seharian dan langsung tertidur. Mereka hanya akan bangun sebentar, lalu tidur lagi. Lucu, ya?” pemandu tadi kembali memberi komentar

Untuk mengobati kekecewaan, banyak pengnjung berfoto bersama gambar koala. Rupanya banyak pengunjung lokal yang juga melakukan itu, berfoto bersama gambar koala. Bahkan, orang tua pun dengan kegirangan berjongkok di dekat gambar itu dan “jepret”.

Taronga dengan alamnya yang asri mirip dengan Taman Safari di Bogor, Jawa Barat. Hanya, Taronga lebih menekankan pada unsur pendidikan bagi pelajar. Para pelajar dilibatkan dalam proses investigasi dan konservasi binatang serta lingkungan tinggalnya. Di sana ada petugas yang khusus menangani masalah pendidikan itu, dengan tujuan membuat kunjungan ke Taronga menjadi lebih berkesan dan bernilai. (rn)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Milan Italia; Kota Para Turis
  2. 10 Hal Gratis di Paris
  3. Italia; Negeri Pewaris Sejarah Kuno
  4. 5 Hotel Murah di Singapore Ini Juga Menjadi Incaran Wisatawan
  5. Sydney, Australia; Berpetualang Bersama Captain Cook
  6. Inilah 5 Tempat Belanja Di Hongkong
  7. Le Meridien, Prancis; Kenyaman Di Tengah Keindahan
  8. Kamp Konsentrasi Buchenwald Jerman; Mengenang Kekejaman PD II
  9. Kastil Heidelberg, Jerman; Bangkitkan Imajinasi Fantasi
  10. Inilah Panduan Lengkap Wisata Belanja di Singapura