Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Permukiman purba di Polandia yang sudah berumur lebih dari satu milenium. Kota molek di mana tak pernah ada cerita tentang penggusuran bangunan lama. Wroclaw memang bukan Jakarta, yang banyak bangunan tuanya merana dan tak terawat,  baik oleh pemerintah maupun warga yang tak bisa menghargai sejarah. Kelestarian hampir semua bangunan kuno Wroclaw tetap terjaga. Bahkan, banyak bangunan tua yang hancur pada zaman Perang Dunia II dibangun kembali mengikuti bentuknya yang asli.

Berpenduduk sekitar 630.000 orang, Wroclaw merupakan kota Polandia terbesar keempat setelah Warsawa, Gdansk, dan Krakow. Wroclaw adalah ibu kota daerah Silesia Bawah (Lower Silesia), Polandia barat daya, yang berpopulasi total lebih kurang tiga juta jiwa. Sejarah Wroclaw berawal pada tahun 1000, saat gereja Katolik Roma mendirikan keuskupan baru di sana. Bagian kota paling tua, yang kini dikenal sebagai Alun-alun Rynek (Rynek Square) dan Kota Tua, selesai dibangun pada belahan pertama abad ke-13.

Lembah Sungai Odra itu dikelilingi dua baris tembok benteng batu bata yang kokoh. Banyak gereja, yang menara-menara jangkungnya menghiasi kota hingga hari ini, dibangun pada masa itu. Menurut Aleksandra Klonowska dari Badan Pengembangan Kawasan Wroclaw, di kota itu kini berdiri tak kurang dari 130 gereja tua, termasuk gereja katedral.

Akibat kalah perang, pada 1335 Raja Polandia Kasimir Agung terpaksa menyerahkan daerah Silesia, termasuk Wroclaw, kepada Kerajaan Ceko, yang kemudian juga bertekuk lutut pada Kerajaan Habsburg pada 1521. Banyak bangunan indah bergaya renaisans, yang dibangun pada abad ke-16, masih bisa dinikmati di Wroclaw sampai dengan hari ini.

Meskipun pengaruh Barok datang terlambat di Wroclaw akibat perang 30 tahun (1618-1648), aliran seni rupa ini meninggalkan jejak yang jelas pada banyak karya arsitektur, lukisan, dan patung yang kini masih bisa ditemui di sana. Bersama gaya Gotik, Gaya Barok merupakan gaya seni rupa yang jejaknya paling mudah disaksikan lewat arsitektur sebagian besar bangunan kuno di Wroclaw.

Pendudukan daerah Silesia oleh Prusia pada 1740 mengakibatkan terjadinya stagnasi ekonomi dan artistik. Namun, penghancuran benteng kota oleh pasukan Napoleon pada 1807 membuka jalan bagi pengembangan wilayah kota, sementara pembangunan jalan kereta api pada 1841 ikut mempercepat irama kehidupan kota.

Setelah dua abad dikuasai bangsa Jerman dan Prusia, Wroclaw kembali menjadi bagian Polandia pada 1945, seiring dengan diberlakukannya penetapan ulang batas wilayah negara-negara Eropa, termasuk Polandia, seusai Perang Dunia II. Sebagai kota yang dijadikan Jerman salah satu basis pertahanannya pada masa Perang Dunia II, Wroclaw sempat menjadi ajang pertempuran sengit antara pasukan Jerman dan Sekutu. Akibatnya, Wroclaw porak poranda.

Pada 1945, diperkirakan sekitar 70 persen bangunan di kota tua itu rusak berat atau hancur sama sekali. Namun, sisa-sisa kehancuran akibat perang itu sama sekali tak terlihat lagi. Gedung balaikota, yang dibangun dalam beberapa tahap mulai abad ke-13 sampai dengan awal abad ke-17, sudah kembali berdiri dengan sempurna. Padahal, gedung itu ikut rusak dalam Perang Dunia II.

Bangunan Gotik ini, dengan langit-langit melengkungnya yang khas, disebut-sebut sebagai salah satu balaikota terindah di seantero Eropa. Bangunan lain yang sempat ikut hancur dalam masa Perang Dunia II, kini semua juga sudah dibangun lagi dalam bentuknya yang asli. Hasilnya, seluruh kota Wroclaw kembali tampil dengan wajah antiknya yang elegan.

Segera setelah berakhirnya perang pada 1945, usaha rekonstruksi langsung dilakukan. Rekonstruksi dimulai dengan pembangunan kembali Kota Tua dan Ostrow Tumski, tempat berdirinya Katedral Santo Johanes Pembaptis, gereja bergaya Gotik yang dibangun antara abad ke-13 dan ke-15 di atas lahan bekas tempat berdirinya Katedral Wroclaw pertama, yang dibangun pada tahun 1000.

Tak cuma bicara, Pemerintah Kota Wroclaw setiap tahun menyediakan dana yang cukup besar untuk melaksanakan berbagai proyek pemugaran, renovasi, dan pelestarian bangunan-bangunan tuanya. Di Wroclaw, gedung-gedung tua justru memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harga jual atau sewa gedung tua, terutama yang berlokasi di pusat kota, jauh lebih tinggi daripada gedung yang relatif lebih baru.

Hal ini terjadi karena Pemerintah Kota Wroclaw tak pernah meninggalkan kota tuanya. Sejak awal berdiri hingga hari ini, pusat pemerintahan dan ekonomi masih tetap terpusat di sekitar alun-alun kota lama. Wroclaw juga membuktikan bahwa kebijakan mempertahankan wajah tua kota tak bertentangan dengan usaha meraih kemajuan di berbagai bidang. Terutama sejak Polandia bergabung dengan Uni Eropa, Wroclaw berusaha menjadikan diri salah satu kota pusat investasi yang utama di Eropa.

Ambisi ini diwujudkan dengan membangun berbagai infrastruktur, sejak bandar udara, jalan, hingga jaringan telekomunikasi bertaraf internasional, untuk menarik investasi dari berbagai penjuru dunia. Sejumlah kawasan industri pun sudah dibangun di pinggiran kota. (rn)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kathmandu, Nepal: Negeri Seribu Kuil
  2. Patong Beach; Pantai Indah di Phuket Island.
  3. Abu Dhabi,UEA; Surga Baru Pehobi Belanja
  4. Muju Resort Korea, Surganya Pemain Ski Di Semenanjung Korea
  5. Tips Pelesiran ke Hong Kong
  6. Melancong ke Tai O
  7. Kuala Lumpur, Malaysia; Wisata Serba Ada
  8. Wisata Luar Angkasa Rp 920 Juta
  9. London, Inggris; Oxford, Potret Inggris Seutuhnya
  10. Verona, Italia; Kota Romeo dan Juliet